Buku Guru Bahasa Indonesia K13 Kelas 7 SMP/MTs

Buku ini merupakan Buku Guru Mapel Bahasa Indonesia Khusus Kelas VII Tingkat SMP/MTs yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013.

Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan Kurikulum 2013.


Buku ini merupakan "dokumen hidup" yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman.

Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Kemudian daripada itu, pertama Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Mahakuasa karena hanya atas petunjuk dan hidayah-Nya, penyusunan Buku Pegangan Guru Mapel Bahasa Indonesia Kelas VII SMP/MTs Wahana Pengetahuan dapat diselesaikan.

Dalam keterbatasan waktu, dengan dukungan para penyusun dan konsultan serta penelaah, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan
Bahasa) akhirnya dapat mewujudkan buku untuk siswa kelas VII SMP/MTs.

Buku ini dipersiapkan untuk mendukung kebijakan Kurikulum 2013 yang mempertahankan bahasa Indonesia berada dalam daftar pelajaran di sekolah.

Artikel Terkait : Buku Pegangan Guru Bahasa Inggris K13 Kelas VII Semester Genap dan Ganjil

Di dalam buku ini ditegaskan pentingnya keberadaan Bahasa Indonesia sebagai pembawa pengetahuan (carrier of knowledge).

Berdasarkan paradigma baru tersebut, Badan Bahasa telah terpanggil untuk bertindak menjadi agen perubahan Pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

Perubahan pembelajaran itu tercermin dalam buku yang dirancang berbasiskan teks ini. Melalui buku ini, diharapkan siswa mampu memproduksi dan menggunakan teks sesuai dengan tujuan dan fungsi sosialnya.

Dalam pembelajaran bahasa yang berbasiskan teks, bahasa Indonesia diajarkan bukan sekadar sebagai pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang berfungsi untuk menjadi sumber aktualisasi diri penggunanya pada konteks sosial-budaya akademis. Teks dipandang sebagai satuan bahasa yang bermakna secara kontekstual.

Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks dilaksanakan dengan menerapkan prinsip bahwa (1) bahasa hendaknya dipandang sebagai teks, bukan semata-mata kumpulan kata-kata atau kaidah-kaidah kebahasaan, (2) penggunaan bahasa merupakan proses pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan untuk mengungkapkan makna, (3) bahasa bersifat fungsional, yaitu penggunaan bahasa yang tidak pernah dapat dilepaskan dari konteks karena dalam bentuk bahasa yang digunakan itu tercermin ide, sikap, nilai, dan ideologi penggunanya, dan (4) bahasa merupakan sarana pembentukan kemampuan berpikir manusia. Sehubungan dengan prinsip￾prinsip itu, perlu disadari bahwa di dalam setiap teks terdapat struktur tersendiri yang satu sama lain berbeda. Sementara itu, dalam struktur teks tercermin struktur berpikir.

Dengan demikian, makin banyak jenis teks yang dikuasai siswa, makin banyak pula struktur berpikir yang dapat digunakannya dalam kehidupan sosial dan akademiknya nanti. Hanya dengan cara itu, siswa kemudian dapat mengonstruksi ilmu pengetahuannya melalui kemampuan mengobservasi, mempertanyakan, mengasosiasikan, menganalisis, dan menyajikan hasil analisis secara memadai.

Mungkin Anda Juga Membutuhkan : Download Aplikasi Koreksi Soal Pilihan Ganda

Teks dapat diperinci ke dalam jenis-jenis, seperti deskripsi, penceritaan (recount), prosedur, laporan, eksplanasi, eksposisi, diskusi, surat, iklan, catatan harian, negosiasi, pantun, dongeng, anekdot, dan fiksi sejarah. Semua jenis teks itu dapat dikelompokkan ke dalam teks cerita, teks faktual, dan teks tanggapan. Dua kelompok yang disebut terakhir itu merupakan teks nonsastra yang masing-masing dapat dibagi lebih lanjut menjadi teks laporan dan teks prosedural serta teks transaksional dan teks
ekspositori.

Sementara itu, teks cerita merupakan jenis teks sastra yang dapat diperinci menjadi teks cerita naratif dan teks cerita nonnaratif. Sesuai dengan kurikulum 2013, buku siswa kelas VII ini berisi delapan bab yang terdiri atas jenis teks laporan hasil observasi, tanggapan deskriptif, eksposisi, eksplanasi, dan teks cerita pendek.

Pada Bab I siswa diajak mengenali teks laporan hasil observasi tentang lingkungan hidup, pada Bab II siswa diajak mengenali teks tanggapan deskriptif tentang budaya Indonesia, pada Bab III dan IV siswa diajak mengenali teks eksposisi tentang pendidikan karakter dan teknologi tepat guna, pada Bab V siswa diajak mengenali teks eksplanasi tentang peristiwa alam dan pada Bab VI siswa diajak mengenali teks cerita pendek.

Sebagai tambahan, pada Bab VII siswa diajak mengenali, mencermati, dan memahami berbagai jenis teks. Terakhir, pada Bab VIII siswa diajak untuk menganalisis, meringkas, dan merevisi berbagai jenis teks.

Jenis-jenis teks itu dapat dibedakan atas dasar tujuan (yang tidak lain adalah fungsi sosial teks), struktur teks (tata organisasi), dan ciri-ciri kebahasaan teks-teks tersebut. Sesuai dengan prinsip tersebut, teks yang berbeda tentu memiliki fungsi berbeda, struktur teks berbeda, dan ciri-ciri kebahasaan yang berbeda.

Dengan demikian, pembelajaran bahasa yang berbasis teks merupakan pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk menguasai dan menggunakan jenis-jenis teks tersebut di masyarakat.

Demikian dari kami semoga Artikel Buku Guru Bahasa Indonesia K13 Kelas 7 Untuk Jenjang SMP/MTs bisalah bermanfaat.

Terimakasih sudah berkunjung :)

Download Buku Guru Bahasa Indonesia K13 Kelas 7 SMP/MTs Semester Ganjil dan Genap


Download Buku Guru dan Siswa Mapel Agama Kelas 7, 8 dan 9 Tingkat SMP/MTs

Kami Selalu Berusaha Memberikan Yang Terbaik dan Original Untuk Anda
Terimakasih atas kunjungannya dan menjadi tamu kami sehingga.
Jabat Erat@Hak Cipta 2015
 Hak Cipta

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Buku Guru Bahasa Indonesia K13 Kelas 7 SMP/MTs"